Selasa, 04 Oktober 2016

Perjalanan Bulan

Bulan, tiada malam tanpa mu
Tiada hangat tanpa sinar rembulan mu
Ku diam tersudut di ujung bumi
Tiada kutik bersembunyi dibalik langit
Bulan, sadarkah kau diriku retak
Aku bagaikan bintang yang jatuh ke bumi
Aku bagaikan bintang tanpa ekor
Aku bagaikan bintang di langit api membara
Aku bukan bintang sabit
Aku bintang utuh
Namun, Bulan tanpamu aku sabit
Bagaikan hati yang bertepuk sebelah tangan
Bulan bangunkan aku pada fajar
Karena aku akan mengejar matahari
Dan tak ingin bertemu senja dan malam yang sepi
Biarkan aku menjadi meteor
Menembus permukaan bumi
Terbang bebas tanpa takut luka
Aku berjuang
Berjuang walau tak seindah pelangi akhirnya
Berjuang mengelilingi angkasa yang luas
Berjuang dengan bidang yang gores
Bulan, aku siap tanpa mu
Aku lebih baik menjadi meteor
Menjalani kesendirian hati ku

Sendiri tanpa senja dan malam…

Minggu, 02 Oktober 2016

Romansa Cinta di Jogja

Sepasang kekasih mengait hati yang tak terduga
Membenci, awal dari rasa cinta itu
Hingga jatuh dan lupa akan benci yang tercipta
Romansa mengubah takdir

Amukan purnama dalam diam
Dinginnya angin malam menemani kekasih
Kini hati yang fana
Mencintai bagai Ramayana
Berjuang untuk cinta sejati di Kota Istimewa

Penghalang demi penghalang
Mengubah takdir tanpa mengubah rasa
Melangkah dengan langkah sigap
Menanti tiap resiko yang akan terjadi

Cinta tak semenyakitkan itu
Hanya yang rela berkorban saja
Memahami arti cinta seutuhnya
Bukan karena bodoh, tapi berjuang
Berjuang untuk suatu alasan
Tanpa mengenal siapa Pahlawannya

Biarkan rasa ini tumbuh di tanah istimewa
Bagai Rama yang menjaga Sinta dengan seutuhnya
Kisah Ramayana mengayomi tiap lembar hati ini
Demikian cinta sepasang kekasih tertaut...


Insipirasi Novel Raksasa dari Jogja  

Sabtu, 24 September 2016

Tiada Bulan di sana

Bulan
Ribuan komet t'lah ku rengkuh
Semua planet t'lah ku singgahi
Dan hanya satu yang bersinar terang...
Ku kira sinar terang itu dari mu
Ternyata planet Mars telah memanggilku lebih dulu...
Mungkin kedipan cahayaku kalah terang dengan kedipan matahari ...
Hingga akhirnya planet Mars menyambut hangat cahayaku
Kini ku singgah di Mars dan kau singgahi Matahari mu
Ku harap, aku bisa melupakan mu
Secepat larian komet tanpa asapnya...

Sabtu, 17 September 2016

Rindu

Rindu menawan hati ku
Tatap kian menjaga ku
Tiap senyum tiap tawa
Mengunci ku dalam gelisah

Menatap waktu 
Seakan menggiring ku cepat
Berlalu dari pandang mu
Membuat ku rindu
Ya, rindu..

Hari hari ku penuh hadir mu
Tiada bosan kau buat
Entah mengapa selalu rindu
Kau tahu? Rindu itu menyiksa
Jangan rindu
Tapi ku sayang
Jadi ya aku rindu

Kerap kali tawa ku melintas
Rayu mu yang melukis tawa ku
Tingkah mu menggelitik
Menjadi memori jika ku rindu

Aku rindu
Tanpa peduli ujung cerita kita
Karena terbiasa dengan mu
Aku rindu...


Hujan Risau

Kini hujan membangunkan ku
Kini hujan menemaniku
Hujan membawa ku hanyut
Dalam rintikan dawai seirama
Hujan dan malam senyawa dengan dinginnya sepi
Hujan dan malam menyatu tiada berkutik
Waktu tak berdetik cepat
Seakan waktu menghitung tiap rintikan hujan
Hujan menemaniku dalam risaunya rindu
Hujan seakan menertawakan ku
Hujan seakan menteriakan ku
Akan besarnya petir yang akan datang
Hujan...

SENJA

Senja…
Kau tak sejahat apa yang ku pikir kan
Kau tak sekelam apa yang ku rasakan
Namun kau malah hadir menemani indahnya sepi ini

Senja…
Ku tak berkutik di atas dekapan pasir ini..
Tak mampu ku tatap hangatnya sudut barat
Tak mampu ku lepaskan pesona mu..

Kini ku harap kau mengerti lara ini
Lara takjub namun bingung tiada kepalang
Menatap layar hitam namun memerah
Bersinar sekejab dan sirna….

Senja pikir ku kau hadir hanya tuai rindu
Hadir hanya 'tuk memurukkan luka
Ternyata kau hadir 'tuk mengajari ku
Mengikhlaskan sesuatu yang bukan untuk ku

Senja hati senja dijiwa
Tuai pahit manis ku petik
Senja tak selamanya pahit
Jangan benci dia
Membencinya 'tuk menambah rindu
Karena rindu tiada berujung

HITAM PUTIH

Hitam Putih
Coretan pena diatas kertas
Melantunkan bait demi bait
Bertajuk sajak yang menyanyi

Warna pudar yang buatku tenang
Membuat ku seakan diam
Diam tenang mengiringi warna
Namun punya rasa

Goresan hidup tak selalu ada warna
Setiap warna menetralkan diri
Hitam putih awalnya
Berkembang menjadi kelabu
Mengabu di udara
Dihempas oleh angin kencang
Yang entah kini menjadi partikel apa
Ya abu...